Aku tidak mengerti
Aku tidak akan mengerti
Selamanya aku akan salah paham
Aku bukan orang yang tepat untukmu
Aku terlalu bodoh
Aku tidak mengerti mengapa kau tidak mengerti juga
Aku terlalu jauh bagi dewa sepertimu
Aku amoeba
Aku tidak mengerti
Aku tidak mengerti Tidakkah kau ingin mengajariku
Agar aku tidak terbodohi lagi olehmu Rasanya sakit sekali jika kau ingin tau
Aku menutup mata
Kau kejam
Kau badai dan aku gulita malam
Aku akan terus gelap sampai matahari menghentikanmu Sampai kau tertawakan aku yang porak poranda
Setiap denyut jantungku terasa sakit. Tiap kali berdenyut rasa sakit itu makin menggila. Aahhh rasanya ingin mati saja.
TIDAK!! Aku tidak boleh mati. Tidak dalam keadaan seperti ini.
Setidaknya aku masih harus merajut sayap untukku terbang nanti. Agar aku
bisa menggentanyangi hidupmu. Dan menjadikan seluruhnya mimpi buruk
bagimu.
Jumat, 14 Maret 2014
Putus Asa
Ada titik air dari langit
Sebening mata gunung
Ada titik air jatuh merasuk jiwa bumi
Runtuh
Langit telah runtuh
Dimana kaki ini akan berpijak lagi?
Jika bahkan bumi saja sudah terbang menyatu dengan langit
Rusak
Rusak semua yang tertata
Aku ada
Disini
Mata yang terkatup rapat
Membendung air bah yang segera tumpah
Kaki yang terpancang kaku tanpa pijakan
Hanya tingga tulang raga yang rapuh dan akan hancur
Lapuk seperti tongkat musa yang dimakan rayap
Perlahan menjemput hades
Apalah artinya kehidupan?
Haruskah diakhiri sesebentar ini?
Langganan:
Postingan (Atom)