Sabarlah cintaku,
Jalan masih panjang, Pasir laut yang jatuh sebutir-sebutir di jam itu tak perlulah kau hitung lama habisnya. Aku ingin menanti, menunggu dengan sabar, menikmati detik demi detiknya sampai habis. Juga menikmati setiap senyum dan canda yang mengukir di hati menjadi sebentuk kenangan yang takan bisa terhapus. Bahkan menikmati setiap tetes air mata yang luruh ketika kusenderi pundakmu yang letih itu.
Sabarlah cintaku,
Detik-detik yang berlalu biarlah jadi perekat genggaman kita, mengantarkan kita pada singgasana abadi didepan sana. Menduduki tahta agung yang hanya kita berdua saja yang tahu. Biarlah semua itu datang, menyergap hingga kita tak mampu lagi merapal doa-doa malam kita. Biarlah detik yang habis nantinya jadi bukti bahwa kita bisa mengalahkan sang waktu.
Sabarlah cintaku,
Kita lebih kuat dari apapun itu, lebih tegar dari karang dilautan, dan lebih kokoh dari gedung pencakar langit. Jarak biarlah jadi sahabat kita, jadikan dia bukti bahwa hati kita lebih kuat dari ribuan mil yang kau tempuh untuk menggapai mimpi. Biar alam raya pun takjub lalu menunduk mendoakan kita dan merangkul raga kita selamanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar