Sabtu, 11 Mei 2013

Imajiner


Aku bingung
Aku tersesat
Bagai kapal karam di tengah laut
Diam berserah menghitung waktu
Hingga kau datang 
Membawa oksigen
Untuk ruang hampa udaraku

Tersusun apik dalam memori ingatan
Setiap patah kata dan ucap mata
Tak mati ditelan setiap detik yang melebur
Setiap sudut lengkung bibir tak jua luput dari isi otakku
Begitu nyata dan... Hidup!

Ya, mereka memang nyata.
Mereka punya nyawa.
Hanya aku yang imajiner.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar