Kamis, 09 Mei 2013

Puisi Tentang Aku dan Langit part 2





Hari yang lain, masih gadis yang sama, masih tempat yang sama, juga masih renungan yang sama. Sesungguhnya ia berharap keindahan itu akan tinggal lebih lama...

-Sepatah kata tentang berkas sinar harapan itu, dari gadis rapuh dibalik embun pagi

Persinggahannya

Ketika cahaya keemasan berpendar
dari celah-celah dedaunan
Dan lalu menembus tirai air di pegunungan
Lalu kembali lagi ke langit

Terlukis dari prisma air itu
Cahaya berbagai warna di wajahnya
Menghipnotis pasang pasang mata yang mempelajarinya
Seakan membingkai bumi dengan senyumannya
Mengagumkan!

Tapi jangan tertipu,
Jangan harap langit akan seperti ini selamanya
Keindahan sesaat
Manipulatif
Benar memang, bintang paling terang itu cepat mati
Pantulan cahaya indah itu memudar seketika
Langit menyepi, lalu mulai menggelap
Sekumpulan kapas kehitaman bergumul di langit
Kapas-kapas itu makin mengeruh
Menimbulkan gemuruh
Dan saling beradu
Menimbulkan kilatan kilatan putih super cepat diantaranya
Lalu pecah dan menghancurkan diri
Dia marah
Hujan turun lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar