Gadis itu paham betul apa yang dirasakan langit. Sedikit
banyak ia pernah merasakannya. Ketika hatinya jatuh terduduk pasrah dan
menangis. Langkahnya terseret mengambil sebuah kotak hitam. Diangkatnya teleskop
yang ada di dalamnya, dipasangkan tepat dihadapannya. Diteropongnya langit,
berharap dia masih waras dan baik baik saja..
Tuhan, keadaannya sangat kacau. Gadis
itu terlampau khawatir padanya. Dikirimnya belasan surat pada langit. Berharap
sedikit saja langit bercerita padanya. Dilihatnya lagi lensa teleskop
dihadapannya. Sambil terus berharap.. kertas melayang dihadapannya.. ia tau
langit akan mengabarinya.
Aku dan Kapas hitam
Aku masih bersembunyi di balik gulita
malam
Berharap tak ada yang melihat wajah
konyolku ini
Takut kalau kalau dijadikan bahan lelucon
oleh bintang bintang bodoh itu
Takut kalau kalau mereka menemukan
setitik kemunafikan dari salah satu tetes air mataku
Rembulan masih setia menemaniku
Menyimak setiap kata kata serapah dari
bibir kejiku
Kucerocosinya dengan kisah pengkhianatan
bagaskara
Dibumbui hinaan dan cacian hiperbola
Diakhiri letupan letupan amarah di setiap
paragraf ceritaku
Dengan sabar diangguk anggukan kepalanya
Hingga cipratan air mataku pun tak
digubrisnya dengan sepatah katapun
Raungan dan teriakan gilaku pun tak
dilerainya
Hampir saja ku obrak abrik seluruh bima
sakti
Jika saja lengannya tidak melingkari
tubuh rapuh ini
Pantulan sinar bagaskara memancar dari
seluruh sudut tubuhnya
Semakin menyiksa batinku
Mengukirkan luka menohok di seluruh
bagian tubuhku
Menyuarakan dusta dalam setiap binar
sinar itu
Aku benci merindukanmu
Aku benci mengingat semua itu
Jika dulu kubilang aku mengerti
Itu hanya salah satu dialog drama
kemunafikanku
Sebenarnya aku tidak pernah bisa mengerti
Satu hal saja yang aku percaya dari semua
ini..
Suatu saat kau akan bertekuk lutut
dihadapanku
Merapalkan kata kata maaf dari bibir
brengsekmu
Membakar laut dan segala kejalangannya
Menciumi punggung kakiku
Dengan air mata sesal di ujung dagumu
Dan kedua belah tanganku membelai sesap
nafas hangatmu
Membuang segala bentuk kebohongan yg
tersisa di tiap hembus udaramu
Gadis itu
menangis dalam diamnya. Tersungkur kedalam pasir pantai yang lembut. Perlahan
matanya terpejam. Seakan ingin menghentikan setiap aliran pedih yang kian
menderas. Matanya terus terpejam hingga terbuai. Raganya yang rapuh terlalu
lemah menanggung semuanya. Hal apapun yang dirasakan langit, sesungguhya
dirasakannya jua..
Yang dia
harapkan hanyalah..
Kedatangan matahari saat matanya terbuka nanti..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar