Kulihat pertengkaran mereka
Dengan jelas seperti melihat kobaran api dalam gelap
Kupikir kalian pasangan sempurna
Kupikir kalian.. kalian..
Laut seperti tak peduli lagi padamu
Reliefnya sangat tenang
Hampir tak terlihat
Tak kulihat setetespun air
turun dari matanya saat kau beranjak
Kobaran api masih menggebu
Melahap hektar padang emosimu
Baru kusadari kau datang kembali padaku
Apa yang kau inginkan?
Setitik sinarmu saja sudah cukup bagiku
Tapi apa harus kau datang saat laut membencimu?
Kau ingin aku menghiburmu?
Bagaimana ketika kau meninggalkanku?
Aku berjuang sendirian mengusir rasa sakit
Melampiaskan pada serpihan kaca yang menggores uratku
Membuang air mata hingga surut
Semenderita itukah?
Lalu sekarang kau datang padaku
Berharap akan kulukiskan pelangi disampingmu
Berharap kita akan tertawa seperti tidak ada apa apa
Bagaimana jika laut tidak pernah marah?
Bagaimana jika laut masih peduli padamu?
Apa kau akan menghampiriku?
Menerpakan sinarmu diwajahku?
Atau malam tetap menyelimuti hari seperti dahulu..
Tertanda,
Lazuardi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar