
Seorang
gadis termenung menatap langit..tak perduli rintik hujan terus menghujam
wajahnya. Ia mengambil pena dan secarik kertas, mulai menuliskan sesuatu.. merangkai kata demi kata curahan hatinya. Melipat kertas itu menjadi
sebentuk kapal mainan.
Dan lalu
menerbangkannya….
Sepucuk
surat untuk Lazuardi, dari gadis lemah dibawah lembayungmu.
Menunggu Matahari
Raja
langit marah lagi
Awan-awan
pun menangis
Angin
berlari ketakutan
Aku
terdiam di bawah selimut lara
Menggigil
sendirian
Tapi
aku ingin tetap disini
Mencicipi
sedikit saja air mata sang awan
Menangis
bersamanya
Sehingga
hatiku tenang
Hai
Raja Langit!
Aku
tahu apa yang meracau pikiranmu
Surya
Iya,
Surya
Kita
menunggu sosok yang sama
Sehingga
ketika dia datang
Dan
menghangatkanmu lagi
Nampak
lengkungan gradasi warna indah di wajahmu
Sehingga
kau tersenyum
Dan akupun ikut tersenyum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar