Sabtu, 11 Mei 2013

Pelataran Gelap



Seorang gadis rapuh terseok seok.
Setiap langkahnya seperti menyakitkan.
Dia terlalu jauh berjalan. 
Terlalu lama menahan pedih.

Dia ingin berhenti.
Barang semalam dua malam.
Tapi dimana? semua pelataran sudah penuh. 
Tak ada yang perduli. 
Padahal ia sungguh ingin istirahat.

Ah tunggu!
Di ujung sana,  hampir beberapa bukit lagi.
Ada satu sisi temaram. 
Tak ada kawan. 
Tak ada makan. 
Lembab dan berlumut.

Apa boleh buat? 
Dia sudah tak kuat. 
Dia ingin berlari. 
Berteriak. 
Lalu mengenyahkan batu berat 
Yang mungkin sedang menggelayut di kaki kecilnya. 
Tapi dia sangat lelah.

Lagi lagi langkahnya diseret ke pelataran sunyi itu.
Lalu diam sebentar.
Lalu jatuh terduduk
Dan menangis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar